
DEMOKRASI - Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya menjadi ‘milik’ Jokowi, bisa jadi lepas dan menjadi ‘milik’ Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
Pasalnya, adanya pengaruh Susilo Bambang Yudhyono (SBY) yang diyakini bisa mendongkrak perolehan suara capres-cawapres nomor urut 02 itu.
Demikian disampaikan analis politik dari VoxPol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago kepada Kantor Berita Politik RMOL (grup PojokSatu.id), Senin (31/12/2018).
Hal itu dikarenakan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut berkomitmen ikut mengkampanyekan Prabowo-Sandi di Pulau Jawa, uatamanya di Jawa Timur.
“Kalau SBY yang turun gunung mengkampanyekan Pak Prabowo kepada warga Jatim khususnya, Pacitan dan daerah lainnya, pasti sangat efektif. Karena memang kunci Jatim itu ada di Pak SBY,” kata Pangi.
Kemauan SBY turun menyapa masyarakat Jatim, katanya, membuktikan hubungan dia dengan Prabowo tidak ada masalah.
Prabowo, dalam analisanya, sulit menang di Jatim jika tidak dikampanyekan oleh mantan presiden dua periode tersebut.
Dengan pengalaman 10 tahun berkuasa itu, disebutnya sudah tentu membuat SBY punya banyak ‘tangan’ di Jatim.
“Dia punya orang loyal, setia, dan sudah tentu banyak pemilih di Jatim yang mencitai beliau,” jelas Pangi.
lebih lanjut, Pangi menyebut ada tren positif yang didapat Prabowo pasca pertemuan dengan SBY, Jumat (21/12) pekan lalu.
Usai pertemuan itu, SBY menegaskan komitmen dirinya dan Partai Demokrat akan berjuang keras memenangkan Prabowo.
Karena itu, jika memang mantan menantu Presiden Soeharto itu ingin menang di Jatim, maka harus menjaga hubungan baik dengan SBY.
“Jangan bertengkar. Karena suara Prabowo di Jatim kuncinya ada di SBY, Soekarwo, dan Demokrat,” demikian kata Pangi.
SUMBER
