DEMOKRASI - Ribuan orang telah menjadi korban dampak tsunami yang terjadi di Selat Sunda. Tsunami yang menerjang dan menghantam ratusan bangunan ini terjadi pada Sabtu (22/12) sekitar pukul 21.27 WIB.
Atas kejadian tersebut, banyak warga yang kehilangan harta benda bahkan anggota keluarganya yang hanyut terbawa gelombang tsunami.
Kepala Desa Suka Rame, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jaenal mengaku, di desa tempat ia tinggal ini ada sebanyak 130 Kepala Keluarga (KK). Atas kejadian itu, ada empat warganya yang tewas akibat tsunami.
"Ada empat orang yang meninggal, dua perempuan dan dua laki-laki," katanya kepada merdeka.com di lokasi, Banten, Senin (24/12).
Saat kejadian, ia dalam kondisi tertidur lelap bersama dengan 5 orang lainnya. Kemudian Jaenal terbangun setelah mendengar suara seperti orang sedang perang menggunakan senjata api.
"Saya bangun itu bukan dibangunin, tapi karena denger kaya dentuman orang lagi perang. Saya pikir juga itu tower jatuh, eh enggak taunya tsunami," ujarnya.
Pria yang tinggal di RT 04, RW 01 ini mengaku sempat merasa kesulitan untuk keluar dari kamar. Karena saat itu, pintu kamar terdorong oleh kuatnya arus air yang menyebabkan dirinya sulit untuk membuka pintu kamar.
"Pas kejadian itu yang ada dipikiran saya itu cucu saya doang. Soalnya cucu saya itu tidur di bawah ubin depan tv sama ibunya. Pas saya udah bisa buka pintu, cucu saya udah lagi digendong sama ibunya, Alhamdulillah selamat semua," jelasnya.
Meskipun tak memakan korban jiwa, namu bukan berarti harta yang ia miliki juga ikut selamat akibat dihantam oleh gelombang tsunami hampir setinggi 5 meter.
"Alhamdulillah selamat semua keluarga. Cuma itu mobil saya kebawa air sama pager (kayu) saya pada ancur ini. Bayangin aja, mobil saya keseret sampe situ (nunjuk ke arah pohon mangga yang jarak dari rumah sekitar 10 meter), berarti kencengnya kaya apa itu air," Jaenal bercerita.
Selain itu, ia pun mengungkapkan, 130 KK ini semuanya ternyata telah menjadi korban dampak tsunami Banten. "Semua ini mas kena tsunami semuanya. Dan empat orang itu yang tewas," ucapnya.
Pantauan merdeka.com di lokasi, bukan hanya bangunan yang terbuat dari bambu (kaya) saja yang hancur. Tapi juga bangunan yang terbuat dari bahan batu dan semen ikut hancur dan banyak juga mobil yang hancur akibat dihantam ombak besar tsunami.
Hingga saat ini, warga Desa Suka Rame dibantu para ormas setempat masih membersihkan sisa-sisa puing bekas dampak tsunami banten.
SUMBER

