
DEMOKRASI - Koordinator Jurubicara Tim Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah pihaknya sengaja memainkan isu politik identitas di Pilpres 2019.
Menurutnya, kubu oposisi sama sekali tak tertarik memainkan isu politik identitas meski kerap mewarnai dinamika Pilpres saat ini.
Demikian disampaikan Dahnil Anzar Simanjuntak di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (31/12/2018).
Dahnil menekankan, Prabowo Subianto sejak awal sudah berkomitmen tidak masuk pada isu politik identitas.
“Walaupun ada tuduhan Pak Prabowo melakukan politik identitas cuma kita lebih komitmen kepada isu ekonomi,” kata dia.
Malah sebaliknya, lanjut dia, mantan Presiden Soeharto itu kerap distigmakan oleh lawan pro radikalisme dan khilafah.
Salah satu alasannya karena didukung oleh Ijtima ulama dan GNPF Ulama.
Kemudian sering dipinggirkan karena tidak mau jadi imam salat.
Di sisi lain, ketika Prabowo menemui Dubes Australia kemudian diisukan mendukung Yahudi lantaran Australia ingin membuka kedubes di Jerusalem.
“Pak Prabowo itu punya sikap keberpihakan pada umat sejak masih muda di TNI. Umat apa saja bukan hanya umat Islam,” ungkapnya.
Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah ini menyebut, isu penculikan selalu disematkan kepada Prabowo setiap kali mau Pilpres.
“Kemudian saat 25 Desember, waktu Natal, Prabowo diisukan Kristen sampai ke grassroot seperti itu,”
“Belum lagi masalah penculikan. Model fitnah seperti ini harus dihentikan,” tandasnya.
SUMBER
