logo
×

Iklan

Minggu, 16 Desember 2018

Komentar

Jawab PPP, Gerindra Heran Kotak Suara 'Kardus' Bak Kotak Kerpuk

Jawab PPP, Gerindra Heran Kotak Suara 'Kardus' Bak Kotak Kerpuk

DEMOKRASI - Anggota Komisi II F-PPP Achmad Baidowi atau Awiek menyoroti pernyataan Wakil Ketua F-Gerindra Ahmad Riza Patria soal kotak suara kardus. Awiek heran dengan Riza yang mengaku kaget dengan bentuk kotak suara kardus. Riza menjawab Awiek.

"Saya nggak kaget, kan saya jelaskan secara utuh bahwa Gerindra waktu pembahasan Undang-Undang Pemilu, Gerindra termasuk yang minta agar kotak suara itu transparan. Tujuannya adalah agar dapat dilihat lebih terbuka dan lain sebagainya," kata Riza saat dihubungi, Minggu (16/12/2018).

Awiek menyoroti Riza yang sempat mengaku kaget dengan bentuk kotak suara kardus, padahal seluruh fraksi di Komisi II menyetujui bentuk kotak suara dalam UU Pemilu. Riza meluruskan pendapat Awiek.

Riza mengatakan, Fraksi Gerindra memang menyetujui kotak suara Pemilu 2019 transparan. Tetapi, bahan kotak suara dari karton kedap air itu yang jadi sorotan riza.

Eksekusi pembentukan kotak suara disebut Riza kewenangan KPU. Dia lalu menyoroti bentuk kotak suara yang hanya transparan di satu sisi, yang menurutnya seperti kotak kerupuk.

"Kemudian itu (kotak suara transparan) disetujui dalam UU. Artinya apa yang diusulkan Gerindra disetujui oleh UU. Jadi kotak suara yang diminta Gerindra itu disetujui bahwa kotak suara itu transparan, maksudnya dapat dilihat ketika orang memasukkan surat suara, berapa jumlahnya prosesnya, diambilnya kelihatan, prosesnya kelihatan gituloh sebagaimana sudah dilakukan di banyak negara," sebutnya.

"Yang kita maksud sebagaimana dilakukan di banyak negara itu umumnya pakai semacam pakai mika atau plastik transparan. Kemudian dalam praktiknya ini kan menjadi kewenangan KPU. Kemudian KPU membuat juga transparan tapi hanya satu sisi, jadi kayak kotak kerupuklah, kelihatan dari depan kerupuknya, tapi terbuat dari kardus," imbuh Ketua DPP Partai Gerindra itu.

Bentuk kotak suara seperti kotak kerupuk itulah yang menurut Riza bikin kaget masyarakat. Masyarakat, sebut Riza, pasti memendam pertanyaan.

"Ya memang kita semua kaget, apa iya bisa kuat dari kardus, sebelumnya kan dari alumunium kan kuat, kemudian sekarang dibuat dari kardus dan hanya satu sisi. Bagi kami, kita serahkan ke KPU, yang penting kami sudah jelaskan, sudah disetujui, impelementasinya kita serahkan kepada KPU. KPU menyampaikan katanya dia tetap kuat kemudian KPU menyampaikan sekalipun dengan kardus dia tahan air," tutur Riza.

Riza menegaskan tak terlalu mempermasalahkan bentuk kotak suara yang disebutnya mirip kotak kerupuk itu. Yang terpenting, katanya, keamanan kotak suara terjamin.

"Kita serahkan ke KPU sekalipun tak seperti yang kita harapkan. Yang kita harapkan seperti di banyak negara dari plastik atau mika. (Transparan di semua sisi) ya, yang biasa selama ini. Tapi ini kan cuma satu sisi, bagi kami tak masalah yang penting goals targetnya tercapai. Pertama itu aman, masyarakat wajar kalau punya pemikiran berbeda," beber Riza.

"Takutnya kalau kardus dengan bagian yang transparan ini takutnya bisa dirobek, itu pemikiran masyarakat kan. Kalau alumunium sebelumnya tak mudah dirobek. Mika juga tidak mudah. Yang penting bagi kami peserta pemilu kotak suara aman dari gangguan umpamanya igin dirobek, dibongkar, diganti isinya, kan begitu. Itu pengertian aman," pungkasnya.

SUMBER
loading...