
DEMOKRASI - Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sudah mengetahui dalam perusakan atribut PD dan baliho ucapan selamat datang SBY di Pekanbaru. SBY menyebut telah mendapatkan bukti-bukti.
"Saya dapatkan evidence atau bukti baru bukti yang lain, yang alhamdulillah makin terang makin jelas, pihak mana, siapa-siapa yang mengarsiteki dan mengarahkan dilakukannya tindakan yang sangat tidak terpuji ini," kata SBY dalam video yang dikirim Humas Partai Demokrat, Sabtu (15/12/2018).
SBY menyebut akan melanjutkan masalah perusakan atribut partainya itu. SBY menegaskan kebenaran harus ditegakkan.
"Bagi saya kebenaran dan keadilan harus terang di bumi Riau yang sama-sama kita cintai," ujarnya.
SBY mengatakan dia bukan Capres pada pemilu kali ini. Kompetisi ada saat ini hanya antara Prabowo Subianto dan Jokowi.
"Begini teman-teman, saya ini bukan capres, saya tidak berkompetisi dengan pak Jokowi. Di sini antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi, its not my war, its not my competition. Bukan. Tapi mengapa justru saya dan Demokrat yang diserang dan dihancurkan seperti itu," kata SBY.
SBY lalu memberi contoh soal perang kedua yang mana Amerika Serikat (AS) sebenarnya tidak ingin berperang. Tapi karena diserang dan diusik, AS akhirnya ikut berperang.
"Sekali lagi ini bukan perang saya, kenapa saya dibeginikan? Saya jadi teringat dulu, perang dunia kedua sebetulnya AS tidak mau ikut berperang, yang ada ada pihak-pihak Asia dan maupun Eropa tidak melibatkan AS. Tiba-tiba diserang habis ya bangunlah AS, karena diserang dan diusik. Dan akhirnya segalanya menjadi sejarah, seperti apa akhir dari perang dunia kedua ini," kata SBY
Namun begitu, SBY mengaku belum mengambil keputusan. Dia akan merenung terlebih dahulu.
"Saya sedang merenung bertafakur, memohon petunjuk Allah, apakah saya harus melibatkan diri dalam peperangan yang frontal ini, padahal ini bukan perang saya, Pak Jokowi dengan Pak Prabowo," kata SBY.
SUMBER
