logo
×

Iklan

Jumat, 17 November 2017

Komentar

Sebut Indonesia sedang Terpuruk, Prabowo: Pemerintah Harus Mengakui

Sebut Indonesia sedang Terpuruk, Prabowo: Pemerintah Harus Mengakui

DEMOKRASI - Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto mendapat kesempatan untuk melakukan orasi ilmiahnya dalam wisuda Universitas Bung Karno. Total, ada 1.068 wisudawan yang menghadiri acara wisuda ini.

Dalam orasinya, Prabowo mengatakan, bangsa Indonesia terutama Pemerintah harus mengakui kelemahan yang ada sehingga bisa membangun kekuatan.

Mengakui kelemahan adalah awal dari membangun kekuatan. Prabowo menganalogikan, banyak orang yang malas pergi ke dokter untuk memeriksa kesehatan. Risikonya, kadang kita jadi tidak tahu ada penyakit apa di dalam tubuh kita. Padahal kalau mau cek kesehatan, kita bisa mencegah penyakit secara dini.

"Sama dengan bangsa kita, sepertinya kita bagus dan kuat, tapi kenyataannya tidak demikian," kata Prabowo di Gedung Balai Sudirman, Jalan Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017).

Pada kesempatan itu, Prabowo menyoroti terpuruknya kondisi bangsa yang terjadi di banyak bidang. Prabowo kemudian bercerita soal kondisi bangsa Indonesia yang dinilainya belum sejahtera.

Menurut Prabowo, sebagian besar kekayaan Indonesia hilang dan tidak dinikmati rakyat. Ia mengatakan, demokrasi yang dipilih pendiri bangsa membutuhkan kesejahteraan dan keamanan rakyat. Jika tidak, Indonesia akan mengarah ke plutokrasi atau kepemimpinan berdasarkan kekayaan.

"Plutokrasi kalau kekayaan didapat dengan sah, ya enggak apa-apa. Yang repot ini 'kleptokrasi'. Kalian tahu artinya? Sarjana harus tahu itu dari bahasa Yunani, artinya yang berkuasa maling-maling atau klepto," ujar Prabowo.

Prabowo berpesan kepada wisudawan dan wisudawati Universitas Bung Karno agar memiliki kekuatan intelektual dan berani memperjuangkan kepentingan bangsa.

loading...