
DEMOKRASI - Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing turut angkat bicara soal kecelakaan yang dialami Ketua DPR, Setya Novanto.
Ia mengatakan, masyarakat menggunakan akal sehat terkait kasus kecelakaan Setya Novanto sehingga memiliki sikap yang berbeda terkait bencana yang dialami politisi Partai Golkar tersebut.
"Ketika praperadilan memang SN mengaku sakit, tapi setelah menang praperadilan dia langsung sehat. Kejanggalan inilah yang membuat masyarakat menggunakan akal sehatnya. Kok seperti ini perilaku SN," ucap Emrus kepada Kricom, Jumat (17/11/2017).
Emrus mengakui bahwa wewenang mengenai vonis penyakit pasien dimiliki oleh dokter karena memang spesialisasinya di sana. Namun, masyarakat juga tidak bisa disalahkan terkait sikap mereka terhadap musibah yang dialami Setya Novanto.
"Memang sakit itu adalah wewenang dokter, tapi publik tidak bisa disalahkan juga karena publik juga bebas berpikir menurut persepsinya. Nah, publik mempersepsikan berdasarkan fakta di lapangan kalau sebelumnya Setnov sehat, lalu tiba-tiba sakit dan dirawat. Tak lama setelah dibebaskan dalam praperadilan langsung sehat," ucap Emrus.
Diketahui, Setnov mengalami kecelakaan di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017) malam. Mobil yang ditumpanginya menabrak sebuah tiang listrik. Akibat kecelakaan, Setnov harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau sebelum akhirnya dipindah ke RSCM, Jumat (17/11/2017).
SUMBER
