
DEMOKRASI - Tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Sebelumnya, Setya Novanto sempat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, usai mengalami kecelakaan pada Kamis (16/11) malam.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim bahwa pemindahan itu merupakan permintaan mereka. Namun hal ini dibantah oleh kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.
Menurut dia, pemindahan dilakukan atas keinginan Setya Novanto dan pembiayaan sendiri. “Mimpi, emang dia (KPK) punya banyak duit? Katanya independen tapi makannya, hidupnya dari pemerintah. Sangat memalukan dong,” kata dia di RSCM, Jakpus, Jumat (17/11).
Mantan kuasa hukum Budi Gunawan ini lantas menyindir besarnya anggaran KPK dalam setahun. “Yang bener aja, kalau independen jangan minta APBN Rp 900 milliar setahun, kan begitu kan? Kalau independen jangan minta beli mobil, komputer, gedung, itu uang siapa? Uang pemerentah semua,” tegas dia.
Fredrich mengaku muak dengan sikap KPK yang menghabiskan uang negara. ”Saya muak lihat orang begitu itu. Mending seperti saya kan? Saya beli mobil Rp 10 miliar karena saya mampu,” sambung Fredrich.
![]() |
| Kondisi Setya Novanto saat dirawat di RS Medika Permata Hijau, Jakarta Barat. (Istimewa) |
Sebelumnya, KPK membawa Ketua DPR RI Setya Novanto dari RS Medika Permata Hijau ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Jumat (17/7).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Setya Novanto dibawa ke RSCM untuk kebutuhan tindakan medis lebih lanjut. "Setelah dilakukan pengecekan sejumlah kondisi kesehatan tersangka SN, siang ini untuk kebutuhan tindakan lebih lanjut seperti CT scan, yang bersangkutan dibawa ke RSCM," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (17/11).
SUMBER

