
DEMOKRASI - Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyarankan agar partainya keluar dari koalisi pemerintah. Amien menganggap tak ada efek positif bagi PAN tetap dalam koalisi.
Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno mengaku telah mengetahui adanya saran yang dilontarkan Amien. PAN, kata dia, akan mempertimbangkan saran dari Amien.
"Selaku pendiri partai dan Ketua Dewan Kehormatan tentu pernyataan Pak Amien akan kami kaji dan renungkan secara mendalam," kata Eddy dalam pesan singkatnya, Jumat (3/11/2017).
Menurut dia, Amien merupakan tokoh berpengaruh baik di Indonesia maupun di internal PAN. Oleh karenanya, tidak heran jikapernyataan Amien tersebut menjadi perhatian bagi kader partai.
"Kami senantiasa hormati pikiran serta pernyataan beliau dan akan melakukan pembahasan di tingkat DPP atas pernyataan tokoh reformasi yang bukan hanya tokoh PAN, namun juga tokoh bangsa," ungkapnya.
Dia memang mengakui jika dalam beberapa kesempatan, PAN acapkali berbeda pandangan dengan partai koalisi pemerintah ketika pengesahan sebuah Undang-Undang.
Contoh nyata tersaji ketika pengesahan UU Ormas dalam Rapat Paripurna, Selasa (24/10/2017). PAN menjadi satu-satunya parpol pemerintah yang menolak pengesahan UU Ormas.
Namun demikian, bukan berarti partai berlambang matahari putih ini menentang pemerintah. Menurutnya, dalam koalisi dengan pemerintah, PAN bertindak sebagai mitra yang kritis.
"Jika dalam satu atau dua kesempatan kami berbeda pandangan, jangan langsung diartikan sebagai berseberangan dengan pemerintah. Kami adalah mitra yang loyal dan berkomitmen, namun juga kritis dan obyektif dalam menyampaikan pandangan kami," pungkasnya.
Sebelumnya, pernyataan Amien tersebut sebagai tanggapan dari komentar Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengkritik sikap PAN yang kerap berseberangan dengan parpol pendukung pemerintah.
"Yang betul Pak JK, sebaiknya PAN keluar. Karena akan jadi beban sejarah," kata Amien ditemui di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2017) kemarin.
SUMBER
