
DEMOKRASI - Di bawah Komite Anti-Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Arab Saudi menangkap 11 pangeran, empat menteri dan puluhan mantan menteri. Meski ditangkap atas dugaan kasus korupsi, namun tak ada kejelasan dakwaan korupsi apa yang diajukan kepada orang-orang yang ditangkap itu.
Melihat dari tokoh-tokoh penting yang ditangkap oleh ‘KPK’ Arab Saudi itu. Ada yang beranggapan bahwa penangkapan ini bermotif politik. Pasalnya, penangkapan dinilai untuk memperkuat posisi Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota Kerajaan Arab Saudi. Dari sekian banyak, ada 5 tokoh penting yang ditangkap ‘KPK’ Arab Saudi.
1. Alwaleed bin Talal

Dari sekian pangeran yang ditangkap, nama Alwaleed bin Talal paling menonjol di antara yang lainnya. Menurut Forbes, Pangeran Alwaleed bin Talal adalah seorang miliyarder yang mengantongi kekayaan hingga 18 miliar dolar AS.
Alwaleed bin Talal adalah cucu dari Abdul Aziz bin Saud, raja pertama kerajaan Arab Saudi. Ia juga merupakan cucu dari mantan Perdana Menteri Lebanon, Riad al Solh.
Dia juga dikenal sebagai wajah bisnis Arab Saudi dan pemilik Hotel Savoy di London yang tersohor. Selain itu, perusahaannya, Kingdom Holding, membenamkam investasi di perusahaan-perusahaan ternama dunia seperti Apple, Twitter, Fox, Newscorp dan Citigroup.
2. Bakr bin Laden

Siapa sangka, kakak Osama bin Laden ini juga ikut ditahan oleh ‘KPK’ Arab Saudi. Bakr bin Laden merupakan pemimpin perusahaan konstruksi raksasa Saudi, Binladin Grup.
Lahir di Makkah pada tahun 1945, Bakr bin Laden memiliki peran penting dalam peningkatan income perusahaan Saudi BinLaden Grup. Meski begitu, keluarga bin Laden dipandang memiliki pengaruh politik di Jeddah.
3. Miteb bin Abdullah

Lahir pada tahun 1953, Pangeran Miteb bin Abdullah adalah Menteri Garda Nasional Arab Saudi, sebuah satuan keamanan internal elit yang awalnya didasarkan pada unit kesukuan tradisional dibawah kekuasaan ayahnya selama lima dekade.
Pangeran Miteb juga pernah menempuh pendidikan di akademi militer Sandhurst di Inggris, dia adalah putra bungsu almarhum Raja Abdullah. Bahkan, pernah dianggap sebagai pesaing utama takhta kerajaan.
Secara resmi dinobatkan sebagai komandan Garda Nasional pada tahun 2010. Posisinya dikokohkan pada tahun 2013 ketika ditunjuk sebagai Menteri Garda Nasional.
Selain itu, bisnis Abdullah juga menjalar hingga di pusat kota Paris. Di sana ia memiliki Hotel mewah bernama de Crillon. Menurut surat kabar Prancis Le Figaro, Miteb membeli hotel itu pada tahun 2010 seharga 354 juta dolar Amerika.
4. Khalid Al-Tuwaijiri

Kipiawaiannya dalam berpolitik, menjadikan Khalid Al-Tuwaijiri sebagai penjabat tinggi yang bukan berasal dari kalangan pangeran di Arab Saudi. Di masa Raja Abdullah, ia dipercaya menjadi kepala istana kerajaan Arab Saudi.
Lahir pada tahun 1960, Tuwaijri menempuh pendidikan hukum di Arab Saudi. Dia memperoleh gelar magister dalam ilmu politik di Amerika Serikat dan dalam hukum pidana Islam di Arab Saudi.
Tuwaijri menciptakan banyak musuh dan pernah dijuluki sebagai “gurita” saat ia mengendalikan siapa saja yang bisa bertemu dengan Raja Abdullah. Ia juga memainkan peran penting dalam membantu merumuskan kebijakan luar negeri Arab Saudi. Seperti membantu pengulingan Presiden Mohammed Mordi di Mesir dan mengirim pasukan untuk mendukung Kerajaan Bahrain.
Karirnya melejit di era mendiang Raja Abdullah. Namun, setelah Raja Salman naik tahta pada tahun 2015, dia dipecat dari posisinya.
5. Saleh Kemal

Saleh Kemal, salah satu konglomerat terbesar di Timur Tengah. Ia terkenal sebagai pelopor Islamic Development Bank (IDB), yang mengoperasikan bank-bank Syariah di Timur Tengah, Pakistan hingga di Indonesia.
Selain itu, Saleh Kemal juga merupakan pendiri sekaligus pimpinan perusahaan Dallah Al-Barakah. Sebuah perusahaan multinasioanl swastas yang memainkan berbagai sektor keuangan, mulai dari perbankan, investasi, alat kesehatan, transportasi dan lain sebagainya.
Kamel juga dikenal karena usaha filantropisnya, dan anaknya baru-baru ini menyumbangkan $ 10 juta kepada Universitas Yale untuk mendirikan sebuah institut yang berfokus pada hukum Islam.
SUMBER
