logo
×

Iklan

Selasa, 10 Oktober 2017

Komentar

Pilpres 2019 Jokowi - Prabowo, Pengamat: Layu Sebelum Berkembang

Pilpres 2019 Jokowi - Prabowo, Pengamat: Layu Sebelum Berkembang

DEMOKRASI - Dalam dinamika politik menuju Pilpres 2019, Pengamat Politik Ray Rangkuti menyatakan, ke depannya tidak ada hal baru baik itu dari segi ide maupun dari para kandidat yang muncul.

"Nggak ada yang baru, yang fresh nggak ada ide baru, ini layu sebelum berkembang. Nggak akan ada jual beli ide yang cukup ketat," ujar Ray di Gedung DPR / MPR RI Senayan Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Untuk itu, dia mendorong partai-partai politik untuk memikirkan secara serius untuk mendorong tokoh-tokoh baru di luar Jokowi. "Kalau masih tokohnya Prabowo - Jokowi itu nggak ada yang baru. Yang saya sebut layu sebelum berkembang," katanya.

Sedangkan untuk pasangan Jokowi - Gatot yang tengah ramai diperbincangkan, Pengamat dari Lingkar Madani ini juga mengungkapkan tidak akan terkejar juga.

"Kalau menurut saya agak sulit Jokowi mengambil wakil dari non partai. Kecenderungannya dia harus mengambil dari salah satu partai dari lima partai pendukungnya. Kalau nggak, ya kekecewaan partai akan sangat tinggi," papar Ray.

Adapun untuk sekarang ini, dia menyebut siapapun bisa naik mencalonkan diri, termasuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo maupun Jenderal (Purn) Moeldoko. "Tapi, apakah mereka bisa berdampingan dengan Jokowi? Kalau dugaan saya secara umum Jokowi ini membutuhkan jangkar ke komunitas Islam," bebernya.

Jangkar itu, sambungnya, tentu harus melalui tokoh yang memang berhubungan dengan umat Islam dan punya basis yang kuat di internal partai politik supaya bisa diterima oleh partai pendukung Jokowi.

SUMBER
loading...