
DEMOKRASI - Megawati dalam pidatonya di hari ulang tahun ke 44 PDIP di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/1). Menurut dia, Presiden Soekarno bahkan sudah sejak lama meminta Indonesia mempertahankan segala tentang Indonesia meski banyak budaya.
“Bung Karno menegaskan, kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini,” kata Megawati di depan ribuan kader PDIP, seperti terekam di dalam media Youtube.
Berikut cuplikan pidatonya:
Jika memang Megawati anti dengan Arab, kenapa pula mau bangun masjid menggunakan bahasa Arab?
Hal itu diketahui dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj usai bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Presiden RI ke-5 itu di kawasan Teuku Umar Menteng, Jakarta. Bahkan ditunjukkannya rencana rancang bangun gedung itu.
“Kami tukar pikiran. PDIP akan bangun masjid besar di kantor (DPP PDIP) Lenteng Agung (Jakarta Selatan),” ujar Kyai Said di Jakarta, Sabtu 14 Oktober 2017.
Lokasinya akan berada di depan Kantor DPP PDIP Lenteng Agung. Pembangunan masjid ini sebagai dedikasi terhadap almarhum Taufiq Kiemas. Kyai Said juga mengusulkan agar nama masjidnya diambil dari nama almarhum Taufik Kiemas.
“Pahalanya untuk almarhum Pak Taufiq Kiemas. Saya usulkan namanya Masjid Taufiqul Khair,” katanya, demikian dilansir Viva.
Perlu diketahui, kata “Taufiqul Khair” berasal dari bahasa Arab yang artinya secara umum adalah “Kebaikan Taufiq“.
SUMBER
