
DEMOKRASI - Musisi Ahmad Dhani kembali memenuhi panggilan pihak yang berwajib. Ia terlihat mendatangi Polres Jakarta Selatan pada Selasa (10/10). Dari pantauan kumparan (kumparan.com) mantan suami Maia Estianty itu tiba di Polres Jakarta Selatan pada pukul 14.30 WIB dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Ali Lubis SH.
Pemeriksaan terhadap Dhani kali ini terkait dengan kasus dugaan ujaran kebencian melalui twitt di akun Twitter miliknya, @ahmaddhaniprast beberapa waktu lalu.
"Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP," tulis Dhani.
Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya - ADP— Dhani Ahmad Prasetyo (@AHMADDHANIPRAST) March 6, 2017
Salah satu pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pun tersinggung. Jack Boys Lapian yang merupakan pendiri BTP Network melaporkan kicauan Dhani ke Polda Metro Jaya pada 9 Maret lalu. Kasus Dhani pun ditangani oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan.
Menurut kuasa hukum Dhani, ini merupakan panggilan kedua untuk pelantun lagu 'Kangen' itu untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
"Mas Dhani mendatangi Polres Jaksel untuk memenuhi panggilan dari penyidik terkait laporan dari salah satu relawan fans dari namannya enggak usah disebutkan. Jadi status mas Dhani ini sebagai saksi atas ujaran kebencian itu," Ungkap Ali di Polres Jakarta Selatan.
"Jadi di sini saya luruskan dulu, twiit mas Dhani itu tidak ada menyebut salah satu nama apa pun. Artinya kalau statement yang beredar itu ada unsur pidana, justru kami membantah ada unsur pidana tersebut," lanjutnya.
Bapak 5 anak ini pun mengaku tak ada persiapan apa-apa dalam memenuhi panggilan pemeriksaan. Justru ia heran mengapa kasus ini menjadi besar hanya karena ia diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian kepada penista agama.
"Semua rata-rata yang menjadi tersangka itu kan yang (menjadi) pembenci penista agama 'kan? Untuk yang pasal 207 saya sudah menjadi tersangka, dan yang kasus ini belum jadi tersangka. Yang saya herankan adalah para pembela penista agama ini sudah menjadi kum, sehingga kita tidak boleh menyebar kebencian kepada penista agama. Dalam logika agama saja, kalau kita enggak boleh menyebar kebencian kepada penista agama berarti kita enggak boleh enggak suka sama pengedar narkoba dong?" beber Dhani.
![]() |
| Ahmad Dhani di Polres Jakarta Selatan (Foto: Yurika Kenacana/kumparan) |
Dhani pun kembali menegaskan bahwa ia memang membenci para pembela penista agama.
"Saya datang untuk menegaskan bahwa ya memang saya ini adalah penyeru kebencian pembela penista agama. Karena pembela penista agama itu adalah perbuatan yang keji dan nista," tambah Dhani.
Lantas apakah pemeriksaan hari ini akan membuat Dhani khawatir?
"Enggak ada (kekhawatiran) saya sih santai karena yang saya lakukan benar. Saya memang tidak suka dan muak melihat para pembela penista agama," ujarnya yang mengaku hanya merasa rugi waktu karena harus bolak-balik ke kantor polisi.
"Paling waktu aja dirugikan. Polisi juga capek ngurusin pembela penista agama. Para pembela penista agama itu adalah bangke. Dan pemanggilan polisi ini tidak membuat saya gentar untuk menyebar kebencian kepada pembela penista agama. Saya akan terus menyebar kebencian kepada pembela penista agama. Karena mereka harus dimusnahkan dari bumi indonesia. Penista agama itu merusak kebhinekaan dan para pembelanya pun merusak kebhinekaan," tandasnya sambil berlalu.
SUMBER

